Bukan Sekadar Lomba Dayung, FLDR 2026 Hadirkan Tari Ganong “Ngiroboyo Berbudaya”

 

PACITAN – Festival Lomba Dayung Rekreasi (FLDR) 2026 di Pesona Ngiroboyo, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, tidak hanya menyuguhkan keseruan adu cepat di atas aliran sungai. Lebih dari itu, festival ini menjadi panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan potensi seni, kreativitas, sekaligus kekayaan budaya lokal.

Salah satu momen yang menarik perhatian dalam sesi pembukaan FLDR 2026 adalah penampilan Tari Ganong yang dibawakan oleh anak-anak binaan SMPN 2 Donorojo.

Yang membuat penampilan tersebut semakin istimewa, para penari merupakan anak-anak yang berasal dari kawasan Ngiroboyo. Mereka tampil penuh percaya diri, membawakan karakter Ganong dengan gerakan yang enerjik dan ekspresif di hadapan para tamu undangan, peserta lomba, serta masyarakat yang hadir.

Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan pembuka. Di baliknya terdapat sebuah upaya untuk terus mengembangkan seni dan budaya di lingkungan masyarakat Ngiroboyo melalui keterlibatan generasi muda.

Semangat itu terangkum dalam tema “Ngiroboyo Berbudaya”, sebuah gagasan yang menempatkan budaya sebagai bagian penting dari pengembangan kawasan wisata.

Melalui kegiatan seni seperti Tari Ganong, anak-anak Ngiroboyo tidak hanya menjadi penonton dalam geliat pariwisata di daerahnya sendiri. Mereka justru diberi ruang untuk tampil, berkarya, belajar, sekaligus ikut memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat yang datang berkunjung.

FLDR sendiri telah berkembang menjadi agenda tahunan yang memadukan olahraga rekreasi, hiburan masyarakat, dan promosi pariwisata. Pada penyelenggaraan 2026, festival yang memasuki seri ke-14 tersebut kembali digelar di kawasan Sungai Pesona Ngiroboyo dan diikuti puluhan tim dari berbagai instansi, komunitas, serta daya tarik wisata.

Kehadiran Tari Ganong di awal rangkaian kegiatan seakan memberikan pesan bahwa pengembangan wisata tidak harus berhenti pada keindahan alam dan kegiatan olahraga. Ada seni, budaya, kreativitas anak muda, dan keterlibatan masyarakat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan sebuah desa wisata.

“Ngiroboyo Berbudaya” pun diharapkan tidak berhenti sebagai tema dalam sebuah acara. Semangat tersebut dapat menjadi gerakan bersama untuk merawat kesenian lokal sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya daerahnya.

Dengan demikian, FLDR bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mendayung hingga garis finis. Festival ini juga menjadi tentang bagaimana masyarakat Ngiroboyo menunjukkan kepada dunia bahwa di balik panorama alamnya yang indah, terdapat anak-anak yang berbakat, masyarakat yang kreatif, dan budaya yang terus hidup.

Dari sungai, olahraga dan wisata bergerak bersama. Dari panggung, seni dan budaya menemukan ruang. Dan dari anak-anak Ngiroboyo, harapan untuk menjaga identitas daerah terus tumbuh.

FLDR 2026 akhirnya bukan sekadar festival lomba dayung, tetapi sebuah perayaan potensi Ngiroboyo: alamnya, wisatanya, masyarakatnya, dan budayanya.

Belum ada Komentar untuk "Bukan Sekadar Lomba Dayung, FLDR 2026 Hadirkan Tari Ganong “Ngiroboyo Berbudaya”"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Whatsapp