Sembilan Tahun Silam, Jejak Digital Babat Alas Ngiroboyo

 

OWPN, Pacitan East Java | Dahulu kala, Pantai Ngiroboyo yang terletak di Dusun Sambi, Desa Sendang ini, merupakan daerah pinggiran, yang hanya dibuat untuk menggembala sapi atau tempat mencari rumput, dengan jalan setapak. tahun 2007 masyarakat melaksanakan kegiatan bedah potensi ngiroboyo, dengan sarana prasana ala kadarnya membuat jalan setapak tersebut menjadi jalan yang bisa dilalui kendaraan roda 2, dengan kemamuan masyarakat yang kuat maka kendaraan roda 2 pun bisa sampai pinggir pantai, di tahun tersebut bupati sujono melihat langsung hasil dari perjuangan masyarakat setempat pada waktu tilik warga.

Jejak digital pada tahun 2012, sembilan tahun silam babat alas ngiroboyo tak akan pernah hilang, masa awal dimulainya konsep pengembangan obyek wisata ngiroboyo, diinisiasi oleh Camat Donorojo Bapak Djoko Putro Utomo bersama dengan Pemerintah Desa Sendang. Dengan dukungan masyarakat, bertekat mengangkat ngiroboyo menjadi destinasi wisata dengan cara membuat jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat, dengan semangat masyarakat yang tinggi, akhirnya roda 4 pun bisa masuk ke pinggir pantai ngiroboyo.

Saat itu, dana desa belum ada, anggaran pemerintah daerah juga terbatas, hanya bermodalkan semangat gotong royong, swadaya masyarakat yang tinggi, tetesan keringat yang tak ternilai harganya.

Belum ada Komentar untuk "Sembilan Tahun Silam, Jejak Digital Babat Alas Ngiroboyo"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Whatsapp